Get It!
Suara itu semakin jelas terdengar, sayup-sayup dan akhirnya menjadi sebuah bisikan. Bisikan… ya, hanya bisikan, tapi kata-kata itu terdengar lantang di telinga Maya. Benarkah itu ? baru saja, belum sampai satu menit bisikan itu terdengar lagi. Semakin lama semakin keras, dan sekarang adalah teriakan yang benar-benar lantang. Sorakan pun menggema diantara semua penjuru.
“KERENNN..!!!” itulah yang mereka katakan. Ini pasti mimpi ! Bukan ! Ini nyata. Maya bergelut dengan pikirannya sendiri. Ini benar-benar terjadi, ia benar-benar sedang berdiri di tengah lapangan sekolah hanya berdua dengan Andre. Tapi mereka dikelilingi oleh ratusan siswa lain yang di undang oleh Andre dalam acara penembakan tersebut. Semua gadis di sekolah itu pasti iri padanya, Andre sang ketua OSIS sekaligus teman sekelasnya yang di idolakan oleh banyak siswi menyatakan cinta pada Maya yang hanya gadis biasa. Serba biasa, tidak populer, tidak cantik, dan juga tidak pintar.
Apa yang akan Maya lakukan saat ini? menerima Andre atau menolaknya? sementara gema sorakan-sorakan itu semakin lantang untuk membuat Maya menerima cinta Andre. Maya hanya terpaku diam saat tangannya mulai di genggam Andre yang siap dengan jawabannya. Sekali lagi Maya melirik ke pingir lapangan, dua pasang mata menatapnya dengan lembut, mata itu milik sang ketua basket, Rio. Maya bingung bagaimana akan menjawab semua tentang ini, ia yakin Andre pasti akan sangat malu kalau ia menolaknya. Maya kembali melirik mata itu, tapi sekarang pandangannya berbeda, tidak selembut tadi. Sekarang mata itu menatapnya dengan tatapan tidak suka. Rio, apakah ia cemburu? benarkah begitu? jika benar, Maya pasti akan sangat senang seakali. Dia lah yang Maya inginkan, ia ingin yang ada di hadapannya saat ini adalah Rio yang tanpa malu mengucapkan cinta dan meminta Maya untuk menjadi pacarnya. Tapi sekali lagi, Maya merasa tidak berhak, ia merasa tidak pantas mendapatkan hal indah seperti itu.
Sorakan itu kembali menggema, tangan Andre semakin kuat menggenggamnya, Maya pun kembali sadar dari lamunannya. Ia harus memberikan jawaban pada Andre dengan tegas. Maya melihat dari sudut matanya, Rio mulai bangkit dari tempat duduknya. Kali ini terlihat jelas, ia marah.
“Andre…..” ucapnya perlahan membuat suasana hening sejenak dan membuat Rio menghentikan langkahnya, seakan menunggu jawaban gadis beruntung itu.
“Iya May.. Gimana ?” ucap Andre dengan tatapan seolah tidak ingin di tolak dan optimis cintanya akan bersambut.
“Emmm, Sorry…” ucapan Maya terputus ketika tangannya disentak oleh seseorang. Ya, Rio tiba-tiba ada disana dan melepaskan tangan Maya yang sejak tadi digenggam erat oleh Andre.
“Udah cukup !” nafas Maya serasa tercekat, waktunya seakan terhenti. Rio mengajaknya pergi dari lapangan itu sambil menggandeng tangannya. Maya tersenyum sedikit dan ia mengangguk ketika Rio berkata agar hubungan mereka tidak backstreet lagi.
Selasa, 29 April 2014
Kamis, 17 April 2014
Save Our Earth !
Save Our Earth !
Krisis lingkungan yang terjadi saat ini baik dalam skala nasional maupun global, sudah sampai pada tahap yang serius dan mengancam eksistensi planet bumi di mana manusia, hewan dan tumbuhan bertempat tinggal dan melanjutkan kehidupannya. Manusia modern dewasa ini sedang melakukan perusakan secara perlahan, akan tetapi nyata terhadap sistem lingkungan yang menopang kehidupannya. Manusia adalah sebagian kecil dalam makro kosmos, manusia hanyalah mikro kosmos. Sebaliknya alam atau makrokosmos ada dalam diri manusia. Disinilah letak kekhalifahannya. Namun banyak manusia tidak mampu menguasai alam dalam dirinya sehingga alam diluar dirinya menjadi rusak.
Manusia merupakan penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan di permukaan bumi ini. Peningkatan jumlah penduduk dunia yang sangat pesat, telah mengakibatkan terjadinya eksplorasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam, terutama hutan dan bahan tambang yang akibatnya ikut memacu terjadinya kerusakan lingkungan terutama yang berupa degradasi lahan. Padahal lahan dengan sumberdayanya berfungsi sebagai penyangga kehidupan hewan dan tumbuhan termasuk manusia. Orientasi hidup manusia modern yang cenderung materialistik dan hedonistik juga sangat berpengaruh. Kesalahan cara pandang atau pemahaman manusia tentang sistem lingkungannya, mempunyai andil yang sangat besar terhadap terjadinya kerusakan lingkungan yang terjadi dunia saat ini. Cara pandang dikhotomis yang memandang alam sebagai bagian terpisah dari manusia dan paham antroposentris yang menganggap bahwa manusia adalah pusat dari sistem alam mempunyai peran besar terjadinya kerusakan lingkungan.
Hutan adalah paru-paru dunia, dapat dibayangkan bagaimana jadinya bumi jika hutan menjadi gundul atau malah terjadi kebakaran. Sama halnya seperti manusia, apa yang akan terjadi pada kita jika paru-paru kita rusak, hal yang paling tepat adalah kita akan sulit sekali untuk bernafas dan jika hal itu terjadi, besar kemungkinan kita untuk tidak bernafas lagi. Jika hutan, maupun sumber daya alam yang lain mulai berkurang dan telah beralih fungsi dengan tidak semestinya, maka dapat dipastikan bumi kita akan perlahan-lahan sekarat.
Upaya untuk penyelamatan lingkungan sebenarnya telah banyak dilakukan baik melalui penyadaran kepada masyarakat, melalui pendidikan dan pelatihan, pembuatan peraturan pemerintah, Undang Undang, maupun melalui penegakan hukum. Penyelamatan melalui pemanfaatan sains dan teknologi serta program program lain juga telah banyak dilakukan. Namun, hal tersebut masih belum cukup untuk menyadarkan kekeliruan manusia.
Upaya-upaya praktis penyelamatan lingkungan dengan memanfaatkan kemajuan sains dan teknologi rupanya tidak cukup untuk mengendalikan perusakan lingkungan yang dilakukan oleh manusia. Permasalahan lingkungan ternyata bukan hanya masalah teknis ekologi semata, akan tetapi juga menyangkut teologi. Permasalahan yang menyangkut lingkungan sangat komplek serta multidimensi. Oleh karena itu nilai-nilai agama yang juga bersifat multidimensi mungkin bisa digunakan sebagai landasan berpijak dalam upaya penyelamatan lingkungan.
Seandainya setiap manusia bisa berfikir akan bagaimana nanti dirinya dan juga semua orang jika bumi yang merupakan tempat tinggal kita ini hancur, bukankan itu berarti kita tidak lagi mempunyai tempat untuk tinggal? Oleh karena itu, mulailah berfikir dari sekarang, bagaimana kita tanpa paru-paru dan juga akan tinggal dimana kita jika kita tidak lagi memiliki “rumah” yang layak untuk kita tinggali. Save Our Earth ! it means : Save Our Lungs and Our Sweet Home !
Krisis lingkungan yang terjadi saat ini baik dalam skala nasional maupun global, sudah sampai pada tahap yang serius dan mengancam eksistensi planet bumi di mana manusia, hewan dan tumbuhan bertempat tinggal dan melanjutkan kehidupannya. Manusia modern dewasa ini sedang melakukan perusakan secara perlahan, akan tetapi nyata terhadap sistem lingkungan yang menopang kehidupannya. Manusia adalah sebagian kecil dalam makro kosmos, manusia hanyalah mikro kosmos. Sebaliknya alam atau makrokosmos ada dalam diri manusia. Disinilah letak kekhalifahannya. Namun banyak manusia tidak mampu menguasai alam dalam dirinya sehingga alam diluar dirinya menjadi rusak.
Manusia merupakan penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan di permukaan bumi ini. Peningkatan jumlah penduduk dunia yang sangat pesat, telah mengakibatkan terjadinya eksplorasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam, terutama hutan dan bahan tambang yang akibatnya ikut memacu terjadinya kerusakan lingkungan terutama yang berupa degradasi lahan. Padahal lahan dengan sumberdayanya berfungsi sebagai penyangga kehidupan hewan dan tumbuhan termasuk manusia. Orientasi hidup manusia modern yang cenderung materialistik dan hedonistik juga sangat berpengaruh. Kesalahan cara pandang atau pemahaman manusia tentang sistem lingkungannya, mempunyai andil yang sangat besar terhadap terjadinya kerusakan lingkungan yang terjadi dunia saat ini. Cara pandang dikhotomis yang memandang alam sebagai bagian terpisah dari manusia dan paham antroposentris yang menganggap bahwa manusia adalah pusat dari sistem alam mempunyai peran besar terjadinya kerusakan lingkungan.
Hutan adalah paru-paru dunia, dapat dibayangkan bagaimana jadinya bumi jika hutan menjadi gundul atau malah terjadi kebakaran. Sama halnya seperti manusia, apa yang akan terjadi pada kita jika paru-paru kita rusak, hal yang paling tepat adalah kita akan sulit sekali untuk bernafas dan jika hal itu terjadi, besar kemungkinan kita untuk tidak bernafas lagi. Jika hutan, maupun sumber daya alam yang lain mulai berkurang dan telah beralih fungsi dengan tidak semestinya, maka dapat dipastikan bumi kita akan perlahan-lahan sekarat.
Upaya untuk penyelamatan lingkungan sebenarnya telah banyak dilakukan baik melalui penyadaran kepada masyarakat, melalui pendidikan dan pelatihan, pembuatan peraturan pemerintah, Undang Undang, maupun melalui penegakan hukum. Penyelamatan melalui pemanfaatan sains dan teknologi serta program program lain juga telah banyak dilakukan. Namun, hal tersebut masih belum cukup untuk menyadarkan kekeliruan manusia.
Upaya-upaya praktis penyelamatan lingkungan dengan memanfaatkan kemajuan sains dan teknologi rupanya tidak cukup untuk mengendalikan perusakan lingkungan yang dilakukan oleh manusia. Permasalahan lingkungan ternyata bukan hanya masalah teknis ekologi semata, akan tetapi juga menyangkut teologi. Permasalahan yang menyangkut lingkungan sangat komplek serta multidimensi. Oleh karena itu nilai-nilai agama yang juga bersifat multidimensi mungkin bisa digunakan sebagai landasan berpijak dalam upaya penyelamatan lingkungan.
Seandainya setiap manusia bisa berfikir akan bagaimana nanti dirinya dan juga semua orang jika bumi yang merupakan tempat tinggal kita ini hancur, bukankan itu berarti kita tidak lagi mempunyai tempat untuk tinggal? Oleh karena itu, mulailah berfikir dari sekarang, bagaimana kita tanpa paru-paru dan juga akan tinggal dimana kita jika kita tidak lagi memiliki “rumah” yang layak untuk kita tinggali. Save Our Earth ! it means : Save Our Lungs and Our Sweet Home !
Jumat, 14 Maret 2014
Answer !
Answer
“Semoga umurku lebih pendek daripada umurmu” kata-kata itu kembali terngiang di telingaku. Aku tertunduk sedih di depan gundukan merah itu, baunya masih wangi, tempat ini sudah benar-benar sepi sejak 2 jam yang lalu, tapi aku masih enggan beranjak meskipun matahari sudah mulai turun. Aku masih mengingat jelas ketika Ziya mengatakan keinginannya itu padaku. Walaupun sudah 1 tahun berlalu , ingatan itu masih nampak jelas dan ekspresinya saat itu masih tak pernah kulupakan. Aku masih ingat saat kutanya mengapa, ia hanya menjawabnya dengan senyuman, seperti biasa. Ia suka tersenyum, dan aku menyukai senyumnya, kapanpun aku mengingat senyumnya aku pasti merindukannya.
“Keinginannmu
terkabul” Aku bergumam sambil memegang batu nisannya, air mataku mengalir. Aku
tidak menyangka aku sebodoh itu, 2 tahun aku bersamanya tapi aku tidak tahu
apa-apa tentang dirinya dan bagaimana keadaannya. Atau dia kah yang terlalu
pandai menyembunyikan semuanya dariku?
Sejak kecil
jantungnya tidak sempurna, ia seperti hidup dalam keberuntungan dan keajaiban
hingga bisa bertahan sampai sejauh ini. Seumur hidupnya, hingga saat ini ia
menunggu untuk transplantasi jantung, tapi ia tak pernah mendapatkannya. Dokter
telah memvonis usiannya tak akan lebih dari 17 tahun, tapi ia berhasil bertahan
selama satu tahun hingga di usianya yg ke 18 tahun. Ya, tepat ke 18 tahun,
kemarin adalah hari ulang tahunnya. Bisakah aku menerima semua ini? Harus !
Itulah yang dapat ku terima.
Mengingatmu itu
menyenangkan, membuatku selalu tersenyum. Namun, apakah aku juga harus
mengingat peristiwa kemarin? Di hari menjelang kematianmu? Apakah aku bisa
tersenyum lagi ketika aku mengingatmu?
Aku tidak tega
melihat wajah pucat itu, mata yang sayu, kenapa ia menjadi seperti ini?
Sedikit senyum tersungging di bibirnya yang pucat. Sepertinya ia memang sudah
menyiapkan untuk semua ini.
“Kenapa baru
sekarang….?” Tanyaku perlahan saat aku duduk di sebelah tempat tidurnya.
“Kali ini
biarkan aku yang berbicara…” Matanya seakan menyuruhku untuk tidak bertanya
lagi. Senyumnya masih sama, selalu membuatku menjadi lebh tenang.
“Ada banyak
pertanyaan yang selalu kau tanyakan dulu. Aku tahu aku jarang menjawabnya. Aku
ingin menjawab semuanya sekarang, walaupun aku tidak tahu itu masih berguna
atau tidak bagimu…” Ia kembali tersenyum, aku tertunduk tidak tahu harus menjawab
apa. Tapi, setidaknya aku tahu, mungkin ini pembicaraanku yang terakhir
dengannya.
Aku masih ingat
saat aku bertanya mengapa kau ingin umurmu lebih pendek dari pada umurku.
“Karena aku tidak ingin melewatkan satu haripun tanpamu” begitu kau
menjawabnya. Sekarang aku tahu itu bukan keinginan, tapi kau sudah tahu kalau
seperti inilah akhirnya. Ingatanku melayang tak beraturan, semuanya terlintas
begitu saja dengan pertanyaan yang pernah kulontarkan padanya. Aku mengingat
saat aku membaca tulisan di bukunya tentng kenaikan kelas di tahun ajaran baru.
Aku juga sempat bingung mengapa kau sangat ingin berada di kelas itu. Kelas
yang di angkatan sebelumnya merupakan kelas dengan julukan terburuk. Seperti
biasa kau menjawabnya dengan senyuman dan mengalihkan pembicaraan. Kau
sepertinya sangat bangga dengan kelasmu waktu itu dan ya, kau dan teman-temanmu
berhasil membuatnya menjadi kelas terbaik. Tanpa kusadari bahwa hanya kelas
itulah yang berhadapan langsung dengan kelasku. Ingin melihatku setiap hari?
kau selalu saja bisa membuatku geli. Tapi apa kau tahu? aku juga melakukan hal
sama seperti yang kau lakukan. Hingga aku rela pindah tempat duduk dekat dengan
jendela agar dapat melihatmu yang berada di dalam kelas. Menyenangkan ketika
benar-benar dapat melihatmu yang sedang serius mengikuti pelajaran tapi pada
akhirnya ku ganggu dengan mengirimimu pesan.
“Kenapa bangau
kertas?” kau tahu kan aku paling tidak
bisa membuat origami. Itu membuatku pusing, bagaimana aku dapat mengabulkan
permintaanmu? aku juga heran ketika kau berkata untuk membuatkan 1000 bangau
kertas sebagai syarat untuk menjadi pacarmu. Aku pun rela meminta temanku untuk
mengajariku membuatnya walaupun satu minggu lagi adalah ujian akhir sekolah.
Tapi tiba-tiba kau hanya menyuruhku untuk membuatkan 15 bangau kertas saja, aku
senang karena itu lebih mudah meskipun aku masih tidak tahu apa alasanmu.
Kau bilang 1000
bangau kertas dapat mengabulkan satu permohonan, aku tidak tahu kau membaca
dongeng dari mana tapi itu membuatku geli. Sebenarnya tidak usah membuat bangau
jika kau menginginkan sesuatu, katakan saja padaku, aku akan berusaha
mengabulkannya. “Kalau aku udah gak ada nanti, ingatlah hal-hal yang indah aja
ya, jangan waktu kita marahan” permintaanmu membuatku tersenyum. Saat bersamamu
semua hal itu indah. Benakku berkata kau yang terindah.
“Maaf kalau aku
sering marah-marah gak jelas ke kamu, aku tahu aku bukan orang penyabar, maaf
selalu membingungkanmu. Tapi, itu karena aku menyukaimu”. Aku tahu, aku juga
sering merasa begitu ketika aku bersamamu. Perasaanku tidak terkendali, aku
tidak nyaman ketika jantungku berdebar, pikiranku pun kosong, aku tidak tahu
apakah aku benar-benar memiliki pikiran. Tapi, aku sangat menikmatinya. Kau pun
tersenyum untuk terakhir kalinya sebelum matamu tertutup untuk selamanya.
Hari semakin
menjelang gelap, sebenarnya aku masih enggan meninggalkanmu sendiri disini. Aku
ingin selalu menemanimu. Aku mengeluarkan sesuatu dari dalam saku ku. Sesuatu
yang kau berikan di hari kelulusan, hadiah yang ku inginkan darimu. Mungkin
pulpen merah ini terlihat tidak berguna karena ini adalah pulpen yang sudah
kosong tanpa tinta di dalamnya, tapi ini bisa menorehkan sebuah cerita di dalam
hatiku. Akan ku bawa kemanapun aku pergi, sebenarnya kamu tetap bersamaku,
selalu. Aku pun menyadari aku akan selalu tersenyum ketika mengingatmu.
Perlahan, aku pun beranjak dari tanah merah bertabur bunga itu.
Kamis, 13 Maret 2014
Difusi dan Osmosis
DIFUSI DAN OSMOSIS
TUJUAN
• Untuk memahami permasalahan yang terjadi dalam percobaan mengenai difusi dan osmosis
DASAR TEORI
Difusi merupakan suatu proses penyebaran molekul-molekul suatu zat yang ditimbulkan oleh suatu gaya yang identik dengan energi kinetik. Gas, zat cair dan zat padat molekul-molekulnya ada kecenderungan untuk menyebar ke segala arah sampai mencapai konentrasi yang sama. Difusi dapat terjadi karena gerakkan acak yang berjalan secara kontinu atau berlanjut yang menjadi ciri khas semua molekul yang tidak terikat dalam suatu zat padat. Tiap molekul bergerak secara lurus sampai ia bertabrakkan dengan molekul glukosa lain, dengan molekul air atau selulosa.
Difusi terjadi dari ruang yang berkosentrasi lebih tinggi ke ruang yang berkonsentrasi lebih rendah, apabila kedua benda dipisahkan oleh membran permeabel terhadap zat tersebut. Difusi berlangsung menurut konsentrasi dari suatu gradient atau suatu kemiringan. Proses ini pada umumnya terdapat pada sel seperti perembesan oksigen, karbondioksida, glukosa, asam amino dan garam mineral.
Difusi adalah peristiwa di mana terjadi tranfer materi melalui materi lain. Transfer materi ini berlangsung karena atom atau partikel selalu bergerak oleh agitasi thermal. Walaupun sesungguhnya gerak tersebut merupakan gerak acak tanpa arah tertentu, namun secara keseluruhan ada arah neto dimana entropi akan meningkat. Difusi merupakan proses irreversible. Pada fasa gas dan cair, peristiwa difusi mudah terjadi; pada fasa padat difusi juga terjadi walaupun memerlukan waktu lebih lama. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi, yaitu:
o Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.
o Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
o Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
o Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
o Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya
Pada hakekatnya osmosis adalah suatu proses difusi. Para ahli kimia mengatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial. Membran sel yang meloloskan molekul tertentu, tetapi menghalangi molekul lain di katakan permeabel secara deferensial. Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar sel. Osmosis terbalik adalah sebuah istilah teknologi yang berasal dari osmosis.
Osmosis adalah sebuah fenomena alam dalam sel hidup di mana molekul “solvent” (biasanya air) akan mengalir dari daerah “solute” rendah ke daerah “solute” tinggi melalui sebuah membran semipermeable. Membran semipermeable ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel. Gerakan dari “solvent” berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua sisi membrane.
Dua faktor penting yang mempengaruhi osmosis adalah: Kadar air dan materi terlarut yang ada di dalam sel. Kadar air dan materi terlarut yang ada di luar sel. Osmosis adalah gerakan suatu materi, misalnya air melintasi suatu selaput atau membran. Air selalu bergerak melewati membran ke arah sisi yang mangandung jumlah materi terlarut paling banyak dan kadar air paling sedikit
METODE PRAKTIKUM
Alat dan Bahan
1. Alat
o Cawan petri
o Skalpel/pisau potong
o Gelas ukur
2. Bahan
o Kentang/wortel
o Garam dapur halus
o Air
Cara Kerja
HASIL PENGAMATAN
NO
PERLAKUAN
AIR KETERANGAN
SEBELUM SESUDAH
1
2 Kentang + garam 20 ml 15 ml Kentang menjadi lunak
Kentang 20 ml 20 ml Kentang tetap keras
3
4 Kentang + garam 20 ml 15 ml Kentang menjadi lunak
Kentang 20 ml 20 ml Kentang tetap keras
5
6 Kentang + garam 20 ml 15 ml Kentang menjadi lunak
Kentang 20 ml 20 ml Kentang tetap keras
PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini membahas mengenai peristiwa yang terjadi pada percobaan difusi dan osmosis. Bahan yang digunakan ialah kentang, air dan garam dapur halus dimana kentang disini berfungsi sebagai membran permeabel. Dalam melaksanakan praktikum, membutuhkan dua kentang yang mana kentang diberi suatu cekungan yang cukup dalam yang salah satunya diberi garam dapur halus dan yang lainnya tidak, setelah itu dimasukkan kedalam cawan petri yang terlebih dahulu telah berisi air.
Pada kentang yang sebelum di beri garam dapur halus dan belum dimasukkan ke dalam cawan petri, keadaan kentang yaitu berwarna coklat muda, dengan ukuran panjang 2 cm serta lebarnya juga 2 cm, dan kentang dalam kondisi keras, namun suatu perubahan terjadi pada kentang setelah 30 menit kemudian berada dalam cawan petri. Perubahan yang terjadi ialah pada kentang terlihat bahwa sebelumnya kondisi kentang keras atau padat namun pada kentang yang berisi garam dapur halus didalamnya kondisi kentang menjadi lembek serta memiliki warna coklat sedikit tua dengan terdapat air didalam cekungan serta keadaan air dalam cawan petri menjadi berkurang dari semula volumenya 20 ml menjadi 15 ml. Hal ini menujukkan adanya suatu proses atau peristiwa yang terjadi pada kentang.
Peristiwa ini disebut dengan peristiwa osmosis, yaitu kentang dan garam memiliki suatu konsentrasi yang mana lebih tinggi apabila dibandingkan dengan lingkungannya yang memiliki konsentrasi yang rendah atau dapat dikatakan bahwa osmosis ialah pindahnya suatu zat pelarut.
Sedangkan pada kentang yang didalam cekungannya tidak diberi garam dapur terihat bahwa pada kondisi awal kentang padat atau keras dan setelah 30 menit kemudian kondisi kentang tetap dan warnannya pun tetap yaitu berwarna coklat muda atau dalam kata lain tidak terjadi adanya suatu perubahan pada kondisi kentang dan warna kentang. Namun, dalam hal ini terlihat bahwa kentang mengalami suatu proses atau peristiwa yang terjadi yang mana peristiwa tersebut dinamakan difusi, yaitu berpindahnya suatu zat terlarut.
Dalam praktikum tersebut terlihat bahwa proses difusi dan osmosis sangat dipengaruhi oleh suatu konsentrasi zat yang mana dimiliki oleh setiap obyek. Bentuk serta warna kentang sebelum dan sesudah diletakkan kedalam cawan petri juga mengalami suatu perubahan. Tujuan dari kentang yang diberi garam pada percobaan ini adalah sebagai indikator untuk menunjukkan adanya peristiwa osmosis yang mana dalam hal ini osmosis merupakan proses perpindahan molekul dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial.
KESIMPULAN
Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Sedangkan, Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat.
Faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi adalah ukuran partikel, densitas medium, luas area, suhu, dan kemampuan menghantar listrik pada molekul (larutan elekrolit atau non elektrolit). Dan Faktor yang mempengaruhi kecepatan osmosis adalah konsentrasi air dan zat terlarut yang ada di dalam sel dan luar sel, ketebalan membrane, dan suhu.
Dapat disimpulkan bahwa pada percobaan kali ini yaitu difusi dan osmosis, terlihat bahwa pada kentang yang berada garam dapur halus dalam cekungannya terjadi suatu proses osmosis sedangkan pada kentang yang tidak terdapat cekungan didalamnya terjadi proses difusi. Dalam hal ini terlihat bahwa kentang sebagai membran permeabel.
TUJUAN
• Untuk memahami permasalahan yang terjadi dalam percobaan mengenai difusi dan osmosis
DASAR TEORI
Difusi merupakan suatu proses penyebaran molekul-molekul suatu zat yang ditimbulkan oleh suatu gaya yang identik dengan energi kinetik. Gas, zat cair dan zat padat molekul-molekulnya ada kecenderungan untuk menyebar ke segala arah sampai mencapai konentrasi yang sama. Difusi dapat terjadi karena gerakkan acak yang berjalan secara kontinu atau berlanjut yang menjadi ciri khas semua molekul yang tidak terikat dalam suatu zat padat. Tiap molekul bergerak secara lurus sampai ia bertabrakkan dengan molekul glukosa lain, dengan molekul air atau selulosa.
Difusi terjadi dari ruang yang berkosentrasi lebih tinggi ke ruang yang berkonsentrasi lebih rendah, apabila kedua benda dipisahkan oleh membran permeabel terhadap zat tersebut. Difusi berlangsung menurut konsentrasi dari suatu gradient atau suatu kemiringan. Proses ini pada umumnya terdapat pada sel seperti perembesan oksigen, karbondioksida, glukosa, asam amino dan garam mineral.
Difusi adalah peristiwa di mana terjadi tranfer materi melalui materi lain. Transfer materi ini berlangsung karena atom atau partikel selalu bergerak oleh agitasi thermal. Walaupun sesungguhnya gerak tersebut merupakan gerak acak tanpa arah tertentu, namun secara keseluruhan ada arah neto dimana entropi akan meningkat. Difusi merupakan proses irreversible. Pada fasa gas dan cair, peristiwa difusi mudah terjadi; pada fasa padat difusi juga terjadi walaupun memerlukan waktu lebih lama. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi, yaitu:
o Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.
o Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
o Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
o Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
o Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya
Pada hakekatnya osmosis adalah suatu proses difusi. Para ahli kimia mengatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial. Membran sel yang meloloskan molekul tertentu, tetapi menghalangi molekul lain di katakan permeabel secara deferensial. Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar sel. Osmosis terbalik adalah sebuah istilah teknologi yang berasal dari osmosis.
Osmosis adalah sebuah fenomena alam dalam sel hidup di mana molekul “solvent” (biasanya air) akan mengalir dari daerah “solute” rendah ke daerah “solute” tinggi melalui sebuah membran semipermeable. Membran semipermeable ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel. Gerakan dari “solvent” berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua sisi membrane.
Dua faktor penting yang mempengaruhi osmosis adalah: Kadar air dan materi terlarut yang ada di dalam sel. Kadar air dan materi terlarut yang ada di luar sel. Osmosis adalah gerakan suatu materi, misalnya air melintasi suatu selaput atau membran. Air selalu bergerak melewati membran ke arah sisi yang mangandung jumlah materi terlarut paling banyak dan kadar air paling sedikit
METODE PRAKTIKUM
Alat dan Bahan
1. Alat
o Cawan petri
o Skalpel/pisau potong
o Gelas ukur
2. Bahan
o Kentang/wortel
o Garam dapur halus
o Air
Cara Kerja
HASIL PENGAMATAN
NO
PERLAKUAN
AIR KETERANGAN
SEBELUM SESUDAH
1
2 Kentang + garam 20 ml 15 ml Kentang menjadi lunak
Kentang 20 ml 20 ml Kentang tetap keras
3
4 Kentang + garam 20 ml 15 ml Kentang menjadi lunak
Kentang 20 ml 20 ml Kentang tetap keras
5
6 Kentang + garam 20 ml 15 ml Kentang menjadi lunak
Kentang 20 ml 20 ml Kentang tetap keras
PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini membahas mengenai peristiwa yang terjadi pada percobaan difusi dan osmosis. Bahan yang digunakan ialah kentang, air dan garam dapur halus dimana kentang disini berfungsi sebagai membran permeabel. Dalam melaksanakan praktikum, membutuhkan dua kentang yang mana kentang diberi suatu cekungan yang cukup dalam yang salah satunya diberi garam dapur halus dan yang lainnya tidak, setelah itu dimasukkan kedalam cawan petri yang terlebih dahulu telah berisi air.
Pada kentang yang sebelum di beri garam dapur halus dan belum dimasukkan ke dalam cawan petri, keadaan kentang yaitu berwarna coklat muda, dengan ukuran panjang 2 cm serta lebarnya juga 2 cm, dan kentang dalam kondisi keras, namun suatu perubahan terjadi pada kentang setelah 30 menit kemudian berada dalam cawan petri. Perubahan yang terjadi ialah pada kentang terlihat bahwa sebelumnya kondisi kentang keras atau padat namun pada kentang yang berisi garam dapur halus didalamnya kondisi kentang menjadi lembek serta memiliki warna coklat sedikit tua dengan terdapat air didalam cekungan serta keadaan air dalam cawan petri menjadi berkurang dari semula volumenya 20 ml menjadi 15 ml. Hal ini menujukkan adanya suatu proses atau peristiwa yang terjadi pada kentang.
Peristiwa ini disebut dengan peristiwa osmosis, yaitu kentang dan garam memiliki suatu konsentrasi yang mana lebih tinggi apabila dibandingkan dengan lingkungannya yang memiliki konsentrasi yang rendah atau dapat dikatakan bahwa osmosis ialah pindahnya suatu zat pelarut.
Sedangkan pada kentang yang didalam cekungannya tidak diberi garam dapur terihat bahwa pada kondisi awal kentang padat atau keras dan setelah 30 menit kemudian kondisi kentang tetap dan warnannya pun tetap yaitu berwarna coklat muda atau dalam kata lain tidak terjadi adanya suatu perubahan pada kondisi kentang dan warna kentang. Namun, dalam hal ini terlihat bahwa kentang mengalami suatu proses atau peristiwa yang terjadi yang mana peristiwa tersebut dinamakan difusi, yaitu berpindahnya suatu zat terlarut.
Dalam praktikum tersebut terlihat bahwa proses difusi dan osmosis sangat dipengaruhi oleh suatu konsentrasi zat yang mana dimiliki oleh setiap obyek. Bentuk serta warna kentang sebelum dan sesudah diletakkan kedalam cawan petri juga mengalami suatu perubahan. Tujuan dari kentang yang diberi garam pada percobaan ini adalah sebagai indikator untuk menunjukkan adanya peristiwa osmosis yang mana dalam hal ini osmosis merupakan proses perpindahan molekul dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial.
KESIMPULAN
Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Sedangkan, Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat.
Faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi adalah ukuran partikel, densitas medium, luas area, suhu, dan kemampuan menghantar listrik pada molekul (larutan elekrolit atau non elektrolit). Dan Faktor yang mempengaruhi kecepatan osmosis adalah konsentrasi air dan zat terlarut yang ada di dalam sel dan luar sel, ketebalan membrane, dan suhu.
Dapat disimpulkan bahwa pada percobaan kali ini yaitu difusi dan osmosis, terlihat bahwa pada kentang yang berada garam dapur halus dalam cekungannya terjadi suatu proses osmosis sedangkan pada kentang yang tidak terdapat cekungan didalamnya terjadi proses difusi. Dalam hal ini terlihat bahwa kentang sebagai membran permeabel.
Selasa, 04 Maret 2014
Penggunaan Mikroskop dan Komponennya
PENGGUNAAN MIKROSKOP
TUJUAN
1.
Memperkenalkan
komponen-komponen mikroskop dan cara penggunaannya
2.
Menentukan luas
bidang pandang mikroskop
3.
Mempelajari
cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati dibawah mikroskop
DASAR
TEORI
Mikroskop
(bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk
melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang
mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan
kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.
Mikroskop merupakan alat utama dalam melakukan pengamatan dan penelitian dalam
bidang Biologi, karena dapat digunakan untuk mempelajari struktur dari
benda-benda yang kecil (Widjojo, 1987). Mikroskop Biologi digunakan untuk mengamati
benda-benda tipis dan transparan. Benda yang di amati biasanya diletakkan di
atas kaca objek dan medium air dan ditutup dengan kaca penutup.
Jenis-jenis mikroskop
Jenis paling
umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis.
Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang
memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang
fokal dari lensa tersebut.
Berdasarkan
sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu : mikroskop cahaya dan
mikroskop elektron. Dalam mikroskop cahaya, cahaya tampak diteruskan melalui
spesimen dan kemudian melalui lensa kaca. Lensa ini merefraksi cahaya
sedemikian rupa sehingga citra spesimen diperbesar ketika diproyeksi ke mata
(Campbell, 2008). Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok
besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan
yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan
menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop
monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler
merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2
lensa okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan,
mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya
digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase
kontras, Nomarski DIC, dan konfokal).
Komponen-komponen mikroskop :
·
Lensa okuler,
yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk
bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif.
·
Lensa objektif,
lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di
perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran
lensa objektif.
·
Tabung
mikroskop (tubus), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan
lensa objektif dengan lensa okuler.
·
Makrometer
(pemutar kasar), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop
secara cepat.
·
Mikrometer
(pengatur halus), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan Mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih
kecil daripada makrometer.
·
Revolver,
revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara
memutarnya.
·
Reflektor,
terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor
ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang
yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan
ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka
menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
·
Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya
cahaya yang masuk.
·
Kondensor, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya
yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
·
Meja mikroskop,
berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
·
Penjepit kaca,
penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah
bergeser.
·
Lengan
mikroskop, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
·
Kaki mikroskop,
berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
·
Sendi
inklinasi, untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
Cara menggunakan mikroskop :
1.
Siapkan
mikroskop dan letakkan di atas meja yang datar
2.
Atur cermin
mikroskop agar menghadap cahaya sehingga kaca kondensor menjadi terang
3.
Pasang preparat
di atas meja mikroskop dengan cara menjepitnya
4.
Aturlah
preparat hingga bagian yang ingin diamati berada dibawah lensa objektif
5.
Naikkan
kondensor sampai maksimal dengan memutar tombol kondensor
6.
Sambil melihat
melalui okuler, amati preparat sampai benda terlhat fokus dengan cara memutar
makrometer dan mikrometer
METODE PENELITIAN
ALAT
DAN BAHAN
1.
Alat
·
Mikroskop
·
Gelas obyek dan
gelas penutup
·
Pipet tetes
2.
Bahan
·
Potongan kertas
bertuliskan huruf “d” dan “b”
·
Air
CARA KERJA
1.
Pengamatan
terhadap potongan huruf “d” dan “b”
Letakkan
potongan huruf “d” atau “b” pada gelas objek dan tutuplah perlahan-lahan dengan
kaca penutup, lalu amati preparat dengan menggunakan perbesaran lensa objektif
lemah.
↓
Bandingkan
letak bayangan dengan objek yang diamati. Gambarlah bayangan tersebut.
↓
Sambil
memandang ke dalam okuler, geserlah preparat dari kiri ke kanan, amati
pergerakannya.
2.
Mengukur luas
bidang pandang
Letakkan
potongan huruf “d” atau “b” pada gelas objek dan tutuplah dengan kaca penutup
secara perlahan-lahan, lalu amati preparat dengan perbesaran lensa objektif
lemah.
↓
Perhatikan
bahwa dibagian semping kiri dan dibelakang meja preparat terdapat skala yang
menentukan dua sumbu.
↓
Amati
lewat okuler dimana letak huruf “d” atau “b”, kemudian geserlah ke arah kanan
sampai batas terakhir huruf terlihat. Tandai pada angka berapa letak titik
dengan melihat angka pada skala.
↓
Selanjutnya,
geserlah ke arah kiri sampai posisi yang sama dicapai oleh bagian kanan.
↓
Hitunglah
luas bidang pandang dengan menghitung selisih antara kedua titik (diameter
bidang pandang) dengan rumus :
L 
Keterangan :
L : Luas bidang pandang
π : 3,14
r2 : Jari-jari
HASIL PENGAMATAN
1.
Pengamatan pada
huruf “b”
Ketika huruf
“b” di amati di bawah mikroskop, maka yang tampak pada lensa okuler adalah
huruf “q” dengan menggunakan perbesaran 4 kali. Titik fokus awal benda adalah
33 dan 9 (kiri dan kanan), dan 20 dan 2 (depan dan belakang).
2.
Pengamatan pada
huruf “d”
Ketika huruf “d” di amati di bawah
mikroskop, maka yang tampak pada lensa okuler adalah huruf “p” dengan
menggunakan perbesaran 4 kali. Titik fokus awal benda adalah 17 dan 6 (kiri dan
kanan), dan 20 dan 2 (depan dan belakang).
Saat preparat
digeser ke kiri, yang tampak pada lensa okuler adalah bergeser ke arah kanan,
begitu juga sebaliknya, dan ketika preparat di geser ke depan, maka yang tampak
pada lensa okuler adalah bergeser ke belakang. Hal ini karena dalam mikroskop
lensa okuler bersifat cekung, yaitu maya, terbalik dan diperbesar.
PEMBAHASAN
Pada hakikatnya mikroskop merupakan suatu alat
yang bisa digunakan untuk melihat benda-benda kecil yang tidak dapat di lihat
dengan mata kita sendiri. Mikroskop juga
mempermudah kita untuk dapat mengamati objek dan gerak yang sangat halus yang
tidak dapat diamati denagan mata kita sendiri.
Mikroskop merupakan suatu alat yang sederhana, yang bisa di gunakan oleh
siapa saja yang ingin mengamati bakteri atau benda yang sekecil apapun.
Mikroskop terdiri dari beberapa
bagian, yaitu : lensa okuler, tubus, revolver, lensa objektif, makrometer,
mikrometer, lengan mikroskop, kondensor, meja mikroskop, penjepit preparat,
diafragma, cermin, sendi inklinasi, dan kaki mikroskop (Arthur, 1968).
Dari hasil
pengamatan preparat huruf “b” dengan perbesaran 4 kali diperoleh bayangan yang
berbeda dengan aslinya yaitu tampak seperti huruf “q”. Perubahan yang terjadi
dikarenakan
sifat dari lensa cekung sehingga benda yang kecil terlihat lebih besar dan
terbalik dari benda aslinya. Hal ini juga dapat di lihat pada perlakuan ketika
preparat di geser ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang ternyata bayangan
yang dilihat pada mikroskop berlawan arah dengan arah perlakuan.
1.
Huruf “b”
v Titik fokus awal benda = 33 dan 9 (kiri dan kanan)
v Batas habis saat di geser ke kiri =
43
Batas habis saat di geser ke kanan =
37
v Selisih antara kedua titik =
43 – 37 = 6
D = 6 → r = 3
L =
π r2
= 3,14 x (3)2
= 3,14 x 9 = 28,26 mm2
v Titik fokus awal benda =
20 dan 2 (depan dan belakang)
v Batas habis saat di geser ke depan =
17
Batas habis saat di geser ke belakang = 28
v Selisih antara kedua titik =
28 – 17 = 11
D = 11 → r = 5,5
L = π r2
= 3,14 x (5,5)2
= 3,14 x 30,25 = 94,985 mm2
2.
Huruf “d”
·
Titik fokus
awal benda = 17 dan 6 (kiri dan
kanan)
·
Batas habis ke
kiri = 22
Batas habis ke kanan =
15
·
Selisih antara
kedua titik = 22 – 15 = 7
D = 7 → r = 3,5
L = π r2
= 3,14 x (3,5)2
= 3.14 x 12,25 = 38, 465
mm2
· Titik fokus awal benda =
20 dan 2 (depan dan belakang)
· Batas habis belakang =
23
Batas habis depan =
22
· Selisih antara kedua titik =
1
D = 1 → r = 0,5
L = π r2
= 3,14 x (0.5)2
= 3.14 x 0,25 = 0,785 mm2
KESIMPULAN
Mikroskop
terdiri dari beberapa bagian, yaitu : lensa okuler, tubus, revolver, lensa
objektif, makrometer, mikrometer, lengan mikroskop, kondensor, meja mikroskop,
penjepit preparat, diafragma, cermin, sendi inklinasi, dan kaki mikroskop.
Ketika preparat digeser ke kanan, maka yang tampak pada lensa
okuler preparat bergeser ke kiri. Hal tersebut berlaku sebaliknya karena sifat
dari cermin cekung yang sifatnya maya, terbalik dan diperbesar. Begitupun
ketika preparat di geser ke depan juga ke belakang, yang tejadi adalah
kebalikannya.
Langganan:
Postingan (Atom)

